Segala sesuatu yang ada di dunia ini karena ada yang membuat / menciptakan. Begitu juga dengan nama sebuah desa itu ada karena ada yang membuat nama desa tersebut, bila desa-desa lain tidak lepas dari sejarah, begitu juga dengan desa Bokor juga tidak luput dari asal usul tersebut. Sebelum menjadi sebuah desa, Bokor merupakan sebuah pedukuhan yang bernama Dukuh Ketangi Desa Tumpang Distrik Pakis Kabupaten Pasuruan. Beriwayat dari Mbah Buyut Wati yang menemukan sebuah Bokor, maka Dukuh Ketangi kemudian dinamakan Desa Bokor. Terbentuknya Desa Bokor tidak luput dari beberapa tokoh yang melakukan kegiatan Bedah Kerawang, antara lain :

1. Bedah Kerawang Pertama

  • Kyai Achmad Kubro Kyai Achmad Kubro merupakan orang pertama yang melakukan bedah kerawang di Desa Bokor. Beliau wafat di Desa Biting Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang.

PENGIKUT :

  1. Kyai Abunawas Wafat di Desa Bunder-Wringinsongo, Kecamatan Tumpang pada tanggal 19 Juli 1878, hari Rabu Kliwon tanggal 3 Rajab tahun DAL.
  2. Kyai Wirokromo Wafat di Setinggil Brage Desa Bokor tahun 1879 pada hari Rabu Pon, tanggal 17 Rajab.
  3. Raden Mas Munaib Wafat di Belong Sumberpasir, kemudian hidup kembali dan wafat untuk selamanya di Setinggil Brage Desa Bokor.
  4. Kyai Mergojoyo (dari Surakarta) Wafat di Setinggil Brage Desa Bokor.
  5. Siti Kumaiyah (Istri Kyai Mergojoyo) Wafat di Setinggil Brage. Karena senang menanam jenar, maka dijuluki Siti Jenar.
  6. Nyai Pendet Adalah pembantu dari kelima orang tersebut di atas, wafat di Setinggil Brage Desa Bokor. 7) Siti Maskumambang Wafat di Orong-Orong Desa Bokor.

2. Bedah Kerawang selanjutnya diteruskan oleh: 1) Bu Nyai Natran Kusumo dari Tegal Rejo, Malang, Jawa Timur. 2) Kyai Saipan, keturunan dari Kyai Mergojoyo 3) Kyai Maki Dirjo dari Solo. 4) Kyai Srimo dari Madura, wafat di Desa Duren Sewu, Bangil, Pasuruan.